UNIMUDA Sorong Tuan Rumah Pelatihan Nasional RISP3TI: Revitalisasi Pendidikan Pancasila 👁️️ 522
UNIMUDANews | Pelatihan Nasional "Pancasila sebagai Laku" merupakan bagian dari program Revitalisasi, Institusionalisasi, dan Standardisasi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi (RISP3TI). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) dan Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum, Universitas Muhammadiyah Surakarta, serta didukung oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan PP Muhammadiyah.
Peserta dari kegiatan tersebut dari 10 Institusi Perguruan Tinggi di antaranya adalah Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Universitas Victory, IAIN Sorong, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Politeknik Pelayaran Sorong, Poltekkes Kemenkes Sorong, STIE Bukit Zaitun Sorong, Universitas Muhammadiyah Sorong, Universitas Musamus, dan Universitas Nani Bili Nusantara.
Direktur Eksekutif PSBPS UMS, Dra. Yayah Khisbiyah, M.A., menyampaikan dalam sambutannya bahwa "Pelatihan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila di kalangan sivitas akademika dan masyarakat luas. Pelatihan ini berjudul Pancasila sebagai Laku yang mencerminkan substansi dari program RISP3TI". Direktur Eksekutif PSBPS, menekankan bahwa Pancasila adalah fondasi falsafah dan ideologi negara Indonesia, yang diproklamirkan pada tanggal 1 Juni oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Meskipun demikian, nilai-nilai Pancasila sebenarnya merupakan kristalisasi dari pemikiran-pemikiran dan kearifan lokal terbaik yang digabungkan dengan ideologi internasional terbaik.
Lanjutnya, Dra. Yayah Khisbiyah, menjelaskan bahwa "Pancasila memiliki lima sila yang masing-masing memiliki makna dan nilai penting. Namun, betapapun baiknya nilai-nilai tersebut, jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka nilai-nilai tersebut hanya akan menjadi jargon semata". Dra. Yayah Khisbiyah, menyoroti berbagai persoalan yang timbul akibat ketidaktahuan atau keengganan untuk mengamalkan Pancasila, seperti intoleransi, prasangka, diskriminasi, dan kurangnya good governance. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan Pancasila di usia dini untuk membentuk karakter, sifat, dan visi dunia yang kuat.
PSBPS UMS sendiri telah melakukan berbagai program pendidikan untuk anak usia dini dengan fokus pada pendidikan empati, serta program-program untuk tingkat SD, SMP, dan SMA yang dilakukan oleh berbagai NGO dan Ormas. Namun, PSBPS UMS juga melihat pentingnya sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan sivitas akademika perguruan tinggi, terutama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Dengan adanya 172 Universitas Muhammadiyah dan Aisiyah di seluruh Indonesia, program revitalisasi pedagogi pendidikan Pancasila di kalangan para pengampu pendidikan Pancasila diharapkan dapat memberikan dampak yang luas.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan empowerment kepada para pengampu pendidikan Pancasila tentang pedagogi yang berpusat pada mahasiswa dan menggunakan metode-metode pembelajaran yang menarik. , Dra. Yayah juga mengapresiasi dukungan dari Harmoni dan USF yang turut mendukung pelatihan ini. Ia berharap agar inspirasi dari pelatihan ini dapat terus menggerakkan para peserta untuk menyebarkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Sekretaris Universitas UNIMUDA Sorong, Dr. Nursalim, M.Pd., yang mewakili Rektor UNIMUDA, menyampaikan bahwa "UNIMUDA Sorong memiliki 28 program studi ditambah profesi dan rekognisi sebanyak 42 dan merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Papua Barat dan Papua Barat Daya yang memiliki program studi Pendidikan Kewarganegaraan. UNIMUDA Sorong juga memiliki komitmen untuk mengintegrasikan mata kuliah pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan di seluruh program studi".
Dr. Nursalim juga menyoroti beberapa prestasi yang telah dicapai oleh UNIMUDA Sorong, termasuk pencapaian dua rekor MURI dalam aksi perdamaian melalui tarian asli Papua yang dihadiri oleh ribuan peserta. UNIMUDA Sorong juga dikenal sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai multicultural, dengan 78% mahasiswanya adalah mahasiswa asli Papua dan non-Muslim. Sejak didirikan pada tahun 2004, UNIMUDA Sorong telah berhasil menciptakan lingkungan yang harmonis tanpa konflik.
UNIMUDA Sorong juga berkomitmen untuk terus berkembang dengan berbagai program studi baru dan pembangunan fasilitas seperti Rumah Sakit PKU Muhammadiyah UNIMUDA Sorong. Dr. Nursalim, berharap bahwa pelatihan ini dapat menjadi awal yang baik untuk kerjasama lebih lanjut antara UNIMUDA Sorong dan Perguruan Tinggi lain dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

Secara keseluruhan, pelatihan nasional "Pancasila sebagai Laku" ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan Pancasila di Indonesia, khususnya di wilayah Papua, serta memperkuat kerjasama antar perguruan tinggi dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila dapat benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan Indonesia yang lebih baik, makmur, dan berkeadilan. (UMF)